0

Dunia Per-Kampus-an


Halo halo... berhubung blog nya sepi lagi terus lagi ga ada kerjaan, jadi ikutan bikin ini deh...
Telat banget ya? Yaudahlah ya nggak pa-pa, jujur dari pas yang lain bikin, mau ikutan langsung bikin juga, tapi yaaa sebenernya waktu itu belum banyak yang bisa diceritain, jadi ga tau mau nulis apa. Sekarang kayaknya udah lumayan kalo mau cerita, so silakan yang mau baca =D

Universitas : Trisakti (Kampus B)
Fakultas     : Kedokteran

Sebelumnya mungkin kalo ditanya kampus trisakti, yang orang tau itu Kampus A, grogol, sebelahan sama Untar, tapi kampus gue bukan itu.... agak bergeser sedikit ke arah Roxy, kalian bakal nemuin Universitas Trisakti, Kampus B, Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi.
Kampusnya ga besar-besar amat, iyalah isinya kan 2 fakultas, ga mewah-mewah amat, intinya kampusnya sederhana.

Oh iya, yang mau gue ceritain lagi, maba disini itu harus mengikuti peraturan yang berlaku sampai nanti dibaksos, setahun setelah masuk. Peraturannya itu antara lain kalo ke kampus harus rapi, kemeja + rok hitam buat cewek, rambut rapi diikat tidak berponi, cowok pake celana hitam, rambut seragam, kita semua pake tas ransel, sepatu hitam bertali juga harus pake kaos kaki semata kaki. Selain itu, kita belum boleh pake lift, jadi tiap hari kita olahraga naik tangga. Yang paling penting, kita harus biasakan 3S (senyum, salam, dan sapa) buat bina hubungan baik dengan masyarakat kampus. Mungkin terkesannya gimana ya sama peraturan-peraturan itu, tapi gue sih enjoy aja ngejalaninnya. Toh itu semua ada maknanya kok.

Mulai masuk dari lobby, menuju ke arah lift, kalo ke kanan itu kawasannya Kedokteran Gigi, kalo ke kiri itu kawasan tercinta, Fakultas Kedokteran. 3 ratusan maba FK di tempatin di lantai 1 dan 2, jadi lumayan ga nguras tenaga cuma naik tangga 1 atau 2 lantai.

Di lantai dasar itu ada lab anatomi,  tempat dimana gue pertama kali liat dan megang-megang cadaver, dari mulai tulang, jantung, hati, paru, otak, sampe organ reproduksi. Oh iya, sistem belajar nya juga ada yang namanya tutorial, jadi kita kayak dikasih kasus gitu, terus diskusi sama kelompoknya, terus hasil diskusi dipaparin dengan presentasi pas seminar yang selalu bikin stress, dan satu hal yang kurang beruntung adalah, ruangan tutorial gue di lantai 7 selama satu semester kemaren, kebayang lah ya gue naik tangga bolak-balik lantai 7.

Terus kita ga ada yang namanya UTS sama UAS, berhubung kita belajar per modul, adanya itu ujian tengah modul dan akhir modul. Dimana 1 modul itu dijalanin biasanya 1 bulan, jadi tiap 2 minggu, kita udah pasti ada ujian. Jadi management waktu bener-bener dibutuhin sih menurut gue.
Semester 1 ini gue ga terlalu aktif sama UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), malah ga daftar apa-apa, haha taulah ya ansosnya gue kayak apa. Tapi disini gue ikut salah satu bawahan organisasi mahasiswa yaitu BPP (Badan Pengurus Parlemen), komisi 1 Akademik.


Mulai semester 2 ini mulai banyak kegiatan-kegiatan yang ngelibatin anak 2011 dalam kepanitiaannya, gue ikut salah satunya yaitu Training For Trainer 2012, divisi Danus. Enaknya panitia itu, salah satu cara kita nyari dana dengan buat Tenda Tensi di Monas setiap sabtu dan minggu kalo lagi ga ada halangan, jadi makin tambah temen, tambah pengalaman, tambah ilmu juga, karena di trisakti itu praktik yang kayak tensi dll baru diajarin di akhir semester 2. Lebih asik kan tau terlebih dahulu sesuatu yang orang-orang lain belum tau =D

Next, makanan. Kalo di kantin sih adanya ya jajanan kantin, kayak risol, tahu, dll. Ada bubur juga yang hampir selalu jadi sarapan pagi gue. Kalo di luar kampus lumayan lengkap sih, dari yang Indonesia banget, ke barat-baratan, ke jepang-jepangan juga ada. Yang paling gue suka itu es pisang ijo, karna gue emang selama 16 tahun baru pernah nyobain pas masuk trisakti, dan ternyata rasanya enak dewa, jadi favourite deh makan itu.

Quote dosen yang mungkin paling berkesan sih... “Angels do exist, but sometimes they dont have wings, and we’re calling them ‘Friends’” – Dosen Patologi Anatomi

Hmm.... kayaknya udah terlalu panjang juga. Sekian dan terimakasih :D
0

Scrumptious Sprinkler of FKUA's Story


Diliat-liat lagi parah juga yaa gw yang punya ide malah gw yang gak bikin. Yaudah bikin deh, bikiiin~

Nama: Dimas Luthfi Razantira
Universitas: Universitas
Airlangga
Fakultas: Fakultas
Kedokteran 
Prodi:  Pendidikan Dokter

Meniru format dua post terakhir, paragraf pertama ini akan menjelaskan alasan gw ambil prodi pendidikan dokter. Mungkin alasan gw masuk fk agak lebih aneh dan, kalo boleh jujur, lebih egosentris dibandingin sama alasan ideal masuk kedokteran (menolong orang, dkk). Alasan pertama karena, dari semua hobi dan kebisaan gw, termasuk levelnya, yg gw kira paling masuk akal buat dijadiin kerjaan itu kemampuan ngehafal, spasial sama hobi di biologi yang akhirnya menjurus ke arah kedokteran. Oke, kenapa nggak? Itu termasuk salah satu pekerjaan rasional, gak ngebosenin dan banyak pahala (amin!). Alasan lainnya itu sebenernya karena gw pengen ngerasa gw diperluin buat orang lain. Dalam bahasa yang lebih egois, pembuktian diri dan sebagainya itu, tapi gw bakal pake rasa pengen diperluin orang disini.  Kenapa? Karena dokter itu salah satu sosok yang dipercaya oleh masyarakat, dalam bertindak, mendiagnosis, memberi pengobatan, dsb. Gw pingin gak jadi sekedar figuran di dunia ini, tapi pengen jadi seseorang yang bisa dianggap penting, walaupun cuma buat beberapa orang (pasien, kalo menurut konteks ini). Yah tapi semoga aja dengan ±6 tahun di kedokteran ini, bisa ngelurusin tujuan gw jadi dokter.

Sekarang gw di UNAIR. Tepatnya di kampus A , karena UNAIR punya tiga kampus yang salah satunya letaknya emang cukup jauh, jadi biar spesifik gw pake ‘Kampus A’-nya. Kampusnya.... Lumayan gede, tapi masih kalah sama kompleks rumah sakit yang didepannya, yang biasa dipake buat kunjungan rs ato co-ass. Intinya kampusnya dibagi blok-blok berdasarkan departemen gitu deh. Jujur, masih ada daerah-daerah “gak terjamah” selama gw di semester 1, jadi mending gw lewat daripada salah info. ==a
Nah. Buat mata kuliah, gak kayak yang diceritain orang-orang tentang rumpah ruah tugas, kerjaan dan aksi-aksi banting tulang lainnya, semester 1 itu..... Santai. Terlalu santai bahkan. Pulang kuliah masih bisa main, weekend masih bisa jalan, istirahat masih bisa makan (ini beneran. Semester 2, gw hampir gak pernah makan pas istirahat) gitu. Apa yang terjadi?! Ternyata memang matkulnya seperti ini (dengan total 19 SKS):

Modul Based Learning (Total 6 SKS) – Kenapa pake “total”? Karena dosennya mendesak kalo ini sebenernya bukan matkul. Matkulnya itu adalah setiap satu modul satu matkul. Tapi tetep digabung jadi satu di jadwal. Nah, bingung? Gampangnya Modul Based Learning atau Program Based Learning (PBL) ini terdiri dari 3 modul untuk semester 1 ini: EBL (2 SKS), Human Interaction (2 SKS) sama Pendekatan Holistik Manusia dgn Lingkungan (2 SKS). Intinya beda nilai, tapi satu jadwal. PBL ini dibagi jadi 2 bagian, dan selalu hari Senin. Perkuliahan biasa, sama Pembahasan Kelompok. Nah, yang beda itu Pembahasan Kelompok itu. Jadi satu kelompok (12-14 mahasiswa + 1 dosen pembimbing) bakal dikasih suatu kasus, terus kita dikasih waktu 3 minggu (3 kali pertemuan) untuk memecahkan kasus itu. Nanti di pertemuan ke-4 nya bakal dipilih kelompok yang jawabannya paling mendekati, terus disuruh presentasi gitu (namanya yudisium). Abis itu, minggu depannya ganti modul, ganti kelompok dan ganti kasus lagi. Yang paling diperhatiin disini itu.... temen kelompok. Dan dosen pembimbing, kalo dapet yang gak enak yaah..... Selamat menderita selama 4 minggu :’)

Biologi Kedokteran (5 SKS) – Tepatnya 4 SKS teori, 1 SKS untuk praktikum. Satu kata: BANYAK. BANYAAAAAAK banget materi. Hampir mustahil ngafal semua (dalam susdut pandang semester 1). Kode-kode gen 6 digit, sindrom-sindrom aneh, sekuens-sekuens sepanjang dunia, bertebaran semua di matkul ini. Kebanyakan isinya sih tentang biologi molekuler, genetik, reproduksi gitu-gitu. Tapi gak kayak materi kuliahnya, praktikumnya lebih seru-seru dan lumayan buat nutupin kesulitan matkulnya. Walaupun setiap praktikum selalu disertain LKS yang mewajibkan buat gambar jaringan gede-gede (siap-siap beli pensil warna) dan teori-teori yang panjang banget yang berarti setiap minggu ada 1 LKS buat dikerjain. Jadwal matkul ini setiap Selasa sama Kamis.

Etika dan Hukum Kedokteran (2 SKS) – Boleh jujur, gw hampir gak inget apa-apa soal matkul ini. UTS dan UAS selalu essay (yang berarti mengarang bebas), kuliah sering tidur/main HP/ngapain pun itu. Intinya sih banyak pasal-pasal, istilah-istilah, mana yang boleh, mana yang nggak. Ulangan pun bisa pake logika, dan gak perlu ngehafal terlalu banyak. Intinya gak terlalu berkesan lah buat gw .__.v

PPKn (2 SKS) – Ini juga.... Termasuk matkul yang jarang gw perhatiin. Dan jadwalnya hari Rabu, setelah bioetik. Yang berarti sekitar  – Ini juga.... Termasuk matkul yang jarang gw perhatiin. Dan jadwalnya hari Rabu, setelah bioetik. Yang berarti sekitar 4 jam tentang pasal, politik dan sebagainya....

Ilmu Sosial dan Budaya (2 SKS) – Ini lagi.... Jadwalnya Jumat pagi. Dan gw gak ngerti kenapa ini ada di fk (padahal gw kira setelah di fk bisa kabur dari sosbud dkk). Yaah bisa dihubungin sih. Sedikit ngebahas tentang gimana caranya berkomunikasi massal dengan mempertimbangkan aspek kepercayaan setempat, budaya, lalala. UTS-UAS nya essay: mengarang bebas.

Agama Islam (2 SKS) – Dan terakhir ini. Mata kuliah yang.... cukup..... ..... Gatau mau lanjutin apa. Di matkul ini, cowok-cewek duduknya dipisah, diharuskan pakai peci/jilbab dan bawa Al-Quran. Jadwalnya sebelum Jumatan, dan dosennya suka keliling kelas (gabisa tidur). UTS-UAS nya essay juga.

Intinya jelas kenapa gw bilang semester 1 santai banget. Ormawa fk juga yang aktif cuma CIMSA sama AMSA (dua-duanya gw gak ikut, mungkin oprec tahun depan deh), dan kegiatan luar kampus , paling baksos, lomba biomedical SMA, dkk (yang model2 sekali kerja terus selesai). Intinya kuliah-pulang kuliah-pulang terus aja. Masih sempat main laptop, ngegitar, jalan, gambar, dkk.

Buat makanan, sebenernya gitu-gitu aja. Ato emang gw yang gak begitu mikirin makanan disana karena sibuk “adaptasi”. Tapi Ayam Kremes sama Madu Keju enak (tapi mahal. 13.000-an). Ada jus, bakery kecil-kecilan (yang bener-bener nguras duit kalo sampe tergoda). Kalo lagi pengen murah, ke kantin lapangan tenis beli nasi bungkus sama es teh (6000 puaasss!!!). Oh! Tapi kalo nyebrang dikit ke FKG, banyak makanan juga (tapi penuhnya kayak apaan tau). Ada wafel mini, sushi, spaghetti, burger gitu-gitu. Sama satu lagi terakhir, di deket Student Center ada kios onigiri ala Indonesia isi jamur, namanya Sego N’Jamoer. Itu makanan kepepet kalo lagi buru-buru dan gak punya uang. Makanan di luar..... Biasa lah. Note aja terakhir, disini teh manis-manis banget dan sambel pedes-pedes banget....

Dan sekarang gw mau lanjut belajar, karena susah ngafalin anatomi sambil ngetik gini. Sekalian sneak-peek matkul semester 2: Anatomi banyak banget woooi!!!! Dan karena dosennya ganti-ganti, jadi kadang ngerti kadang nggak gitu. Udah gitu alat-alat kedokteran banyak banget. Mulai dari palu refleks, penlight, scalpel sampe manset harus punya semua. Intinya kalo disini. Alat apapun yang ditawarin kakak kelas di awal semester: BELI! Yaah.... Tapi kalo emang mau nyicil, semester 1 cuma perlu stetoskop, glikotest sama manset (buat bakti maba kalo dapet sie.medis). Semester 2 anatomi set, terus palu refleks dulu baru penlight belakangan. Buat atlas anatomi, gw saranin Yokochi ato Sobotta, karena Netter pakenya Bahasa Inggris bukan Latin (walaupun di slide dosennya pake gambar-gambarnya Netter).

Ok. Sekarang beneran cukup. Good luck buat kuliah masing-masing! Cao~
0

Semester 1 di Kampus Kuning

Begitu ngecek blog isinya udah banyak beginian…ya udah ikutan bikin deh (gara-gara nganggur… :P). Formatnya niru2 Bhimcong, maap ye Bhim!

Nama: Dio Aufa Handoyo
Universitas: Universitas Indonesia
Fakultas: Fakultas Teknik
Prodi: Teknik Industri

Karena yang lain mulai dari awal masuk nyeritainnya, gue ikut dah (ya, gue emang gak kreatif). Kenapa gue masuk teknik industri? Jawabannya gue juga gak tau. Pokoknya waktu itu bokap ngomong tentang sesuatu…"solving problems…bla bla bla…with scientific approach dan logical reasoning…and using the concepts of systemic thinking…bla bla bla." Karena gue sendiri toh bingung dengan masa depan gue (bukan, bukan berarti gue "cowok bingung"), yah gue ikutin aja. Jadi malu sebenernya klo mengingat dulu gue masuk aksel SMA dengan ngebacus bagaimana gue akan masuk Teknik Elektro pas wawancara…dengan lihai ngerangkai kata-kata maut (energi listrik sangat vital…dsb) untuk membujuk sang penguji.

Kampus…yah, terhitung gede lah. Kalo dulu pas baru masuk, masih norak-norakan pake Bikun (Bis Kuning) ke mana-mana, sama Sepeda Kuning, kayak bocah lagi maen sepeda, apalagi klo yang ada bel nya. Sekarang sih naik sepeda beberapa menit aja ngos-ngosan…ke mana-mana pake ojek -,-

Mata Kuliah buat semester 1 ini, mata kuliahnya udah dipaketin, 19 SKS dengan 6 mata kuliah yang diambil (klo Teknik Industri). Jadi belom ngerasain perang SIAK, rebutan kelas yang dosennya enak dengan entah berapa mahasiswa se-UI masuk site yang sama pada waktu yang sama, menyebabkan berbagai masalah pada site-nya. Matkul untuk semester 1:

Kalkulus (4 SKS) – Ini dia momok nya untuk semester ini. Cukup menyenangkan di beberapa pertemuan pertama, serasa ngulang SMA soalnya. Begitu masuk ke diferensial dan integral…bener-bener deh. Terus, makin lama tugas-tugas juga makin susah. Buku Purcell-nya makin lama makin jarang dibaca, yang dibaca malah pdf jawaban soal-soal Purcell yang didapat dari senior (dan ketika itu pun nggak jelas, SALIN). Saking nggak sukanya gue sama matkul ini, biasanya baru 20-30 menit kelas, mata udah berat banget. Gue menyiasatinya dengan duduk di depan, dan gue baru nyadar…GUE TETEP NGANTUK BERAT. Tapi untungnya dosennya baik, dan gue dengan selamat melewati kalkulus. Gue sangat bahagia saat UAS Kalkulus selesai (terlepas dari kepasrahan gue menjawab soal-soalnya), karena TI cuma dapet Kalkulus 1 semester (YEAAAH!!!)

Bahasa Inggris
(3 SKS) – Aman. Salah satu matkul yang gue sangat suka, karena meskipun kelasnya cukup besar dosennya tau cara menghadapi masing-masing mahasiswanya, suasananya cukup kondusif, dan temen-temennya asik2, terutama anak-anak mesin. Cuma kadang-kadang dosennya bingung, tiap kali ada writing, gue pasti menulis tentang US Military (gara-gara itu doang subjek di dunia ini yang gue selalu up-to-date). Soal-soalnya juga relatif mudah, dan nilai tertinggi gue, ya, didapat di matkul ini.

MPK Seni/Olahraga (1 SKS) – Ya, emang kelakuan banget, 1 SKS. Tiap minggu, hanya dapet 50 menit pertemuan, membuat banyak yang memandang matkul ini dengan sebelah mata. Karena terbatasnya pilihan kelas yang tersisa di SIAK, gue milih MPKS Komik. Gue memilih ini dengan iming-iming gampang dapet nilai, berbeda dengan beberapa teman gue yang memiliki alasan yang…eh…kurang murni. Meskipun demikian, ternyata nilainya fair dan objektif, berdasarkan gambar-gambar tugas dan tugas akhir komik strip. Rupanya di MPK Seni, mendapatkan A itu perlu perjuangan…jadi untuk yang nanti harus memilih Seni/Olahraga…PILIHLAH MPK OLAHRAGA (terutama bulu tangkis).

Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Terintegrasi/MPKT (6 SKS) – Tidak, anda tidak salah baca, itu emang 6 SKS. Secara umum, MPKT itu isinya dasar filsafat, logika, kewarganegaraan, kebudayaan…dan secara umum kesadaran sosial. Setiap dosen memiliki gaya yang berbeda, ada yang kelakuan dan males (murid-muridnya enak, dapet kisi-kisi ujian, A di tangan), dan ada yang objektif. Dalam penilaian UAS juga beda, ada yang dapet nilai bagus karena nulis full bacot 8 halaman…ada yang dapet bagus dengan 2 setengah halaman dan berkualitas…ada yang dapet bagus dengan ngajak dosennya jalan, ngebeliin tas Gucci, sepatu kulit ular…YA NGGAKLAH. Tapi intinya sebenernya adalah pinter-pinter bersosialisasi dengan dosennya (percayalah).

Pengantar Teknik Industri (2 SKS) – Ini satu-satunya matkul khusus TI semester ini. Yang lucu, ada 2 kelas PTI, yang kalo dibandingkan bagaikan langit dan bumi (tsahh…). Dosen kelas gue, sangat luar biasa. Ngajarnya enak, kuis nggak pernah, tugas gampang, materi gampang masuk, UAS asal baca diktat dan baca-baca catetan pasti aman. Kelas yang satu lagi sepertinya dosennya menderita penyakit bisulan-di-pantat-klo-seminggu-aja-nggak-kuis.

Statistik dan Probabilitas (3 SKS) – Ini dia matkul yang paling gue takuti setelah kalkulus. Sekilas terdengar enak, kalo kuis/UTS/UAS open sheet, pake kalkulator. Problemnya, kelasnya cuma 1 pertemuan seminggu, jadi 2 setengah jam non-stop memperhatikan bagaimana dosen secara ajaib mengubah soal cerita yang panjangnya kelakuan menjadi simbol-simbol di dalam rumus. Dengan UTS yang hancur, gue berhasil lolos matkul ini dengan nilai cukup sadis, karena UAS nya gue belajar mati-matian (dan kebaikan dosennya).

Untuk makanan, beberapa bulan dan gue udah mulai bosen. Makanya gue biasanya pindah-pindah tempat (baca: dari Kantek –Kantin Teknik– ke warung deket kosan, dan sebaliknya).

Kegiatan di luar akademik, gue menitikberatkan fokus gue di Resimen Mahasiswa UI (Menwa). Panjang lagi deh kalo cerita tentang Menwa, nanti aja lah di post lagi kalo udah dapet tuh baret ungu (AMIN!). Yang jelas, gue botak lagi :p Selain Menwa, gue juga coba ikut karate. Lumayan, udah bisa beberapa move dasar, meskipun gue yakin gue bakal tetep dihabisi klo 1-on-1 sama bencong2 taman lawang.

Cukup dulu deh, gue mau mangkal dulu…YAKALI. Semoga nanti yang lain yang nggak sibuk dan kurang kerjaan (apa bedanya yah?) bias cerita tentang kelakuan masing-masing jadi mahasiswa. Ya, Adnan, termasuk kehidupan "gelap" loe (you know what I mean dude).

Semper Fi (udah mulai ngaco, sorry USMC)

Back to Top